Ini 5 Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional!

Mau tanam saham tapi bingung jenis saham syariah atau konvensional? Pahami dulu perbedaan saham syariah dan saham konvensional.

Ingin mencoba menanam saham, tapi bingung jenis saham mana yang akan dipilih, saham syariah atau konvensional? Maka dari itu, Anda harus tahu perbedaan saham syariah dan saham konvensional yang akan dijabarkan pada ulasan di bawah ini.

Inilah Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional

Di bawah ini adalah 5 perbedaan yang terdapat pada saham syariah dan saham konvensional.

Kegiatan Saham

Perbedaan yang terdapat pada saham syariah dan saham konvensional yang pertama adalah kegiatan sahamnnya.

Seperti yang kita ketahui, bahwa saham syariah memiliki prinsip pada aturan syariat sehingga segala aktivitas yang ada pada saham tersebut dipastikan tidak bertentangan dengan aturan agama, terlebih pengelolaan saham syariah ini diawasi oleh dewan pengawas syariah.

Hal ini sangat berbeda dengan kegiatan saham konvensional yang hanya diawasi oleh OJK.

Prinsip Saham

Dari namanya saja sudah kita pastikan bahwa prinsip yang dipegang oleh saham syariah dan saham konvensional sangatlah berbeda. Dimana prinsip saham syariah berpegang pada aturan syariat, sehingga tidak ada hal yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti kegiatan yang terhindar dari pertaruhan.

Hal ini sangat berbeda pada prinsip yang dimiliki oleh saham konvensional, tanpa mempedulikan saham konvensional mencakup pada segala kegiatan apa pun. Hal ini akan menyulitkan Anda untuk terhindar dari adanya riba atau bagian haram lainnya.

Bila Anda seorang muslim yang apik akan ajaran syariat, sebaiknya Anda memilih jenis saham syariah.

Orientasi Keuntungan

Perbedaan lainnya yang ada pada saham syariah dan saham konvensional ialah orientasi keuntungan yang ada.

Di mana pada jenis saham konvensional orientasi keuntungannya bersifat general sedangkan saham syariah yakni keuntungan yang diperoleh baik secara dunia maupun akhirat.

Terbukti dengan saham syariah, di mana saham syariah ini sama sekali tidak menerapkan pangkatan bunga, melainkan imbalan atau nisbah yakni bagi hasil antara nasabah dan perusahaan.

Hal ini sangat berbeda dengan saham konvensional yang menerapkan sistem pendapatan dari suku angka bunga untuk memperoleh keuntungannya.

Anda bisa menyesuaikan keuntungan yang ingin Anda dapatkan dengan memilih salah satu dari kedua jenis saham tersebut.

Rasio Keuangan

Hal lain yang menjadi perbincangan perbedaan kedua saham tersebut ialah rasio keuangan.

Dimana dalam saham syariah terdapat batas terkait dua hal yang harus dipenuhi yakni angka perbandingan antara jumlah total hutang yang berbasis bunga dan jumlah total aset yang dimiliki perusahaan tidak diperbolehkan untuk mencapai lebih dari angka 45 persen.

Hal ini sangat berbeda dengan saham konvensional yang sama sekali tidak memiliki batasan antara rasio hutang terhadap aset perusahaan.

Selain itu, MUI pun membatasi rasio keuntungan atau jumlah pendapatan sebanyak 10% dan tidak boleh lebih dari angka tersebut terhadap total pendapatan yang bersifat non halal.

Berbeda dengan saham konvensional yang tidak memiliki angka batasan rasio terhadap pendapatan baik itu non halal atau halal.

Hubungan antar Perusahaan dan Nasabah

Perbedaan terakhir yang cukup signifikan pada keduanya ialah terkait hubungan antar perusahaan dan nasabah. Di mana pada saham syariah wujud atau bentuk hubungan antara pihak perusahaan dan nasabah yakni berupa kemitraan.

Hal ini berbeda dengan hubungan yang terjadi pada saham konvensional di mana hubungan antar perusahaan dan nasabah dan saham konvensional yakni debitur dan kreditur.

Nah itulah 5 Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional yang bisa Anda pelajari sebagai investor yang bingung memutuskan jenis saham yang akan digunakan. Dengan ini Anda bisa tahu jenis saham mana yang sesuai dengan kebutuhan.

 

 

Artikel Terkait:   3 Karakteristik Saham Syariah Yang Perlu Diketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *