3 Karakteristik Saham Syariah Yang Perlu Diketahui

Investasi saham syariah menjadi hal yang menarik sekarang ini. Sebelum bergabung, Anda perlu ketahui karakteristik saham syariah.

Investasi menjadi cara mudah dimanfaatkan semua orang untuk mendapatkan keuntungan. Saham adalah salah satu cara cepat dalam investasi dengan modal yang tidak terlalu besar. Bahkan, ada banyak orang yang bermain saham hanya dengan bermodalkan beberapa juta rupiah. Anda tidak harus mempunyai modal yang besar untuk bermain saham, Rp5.000.000 juga sudah cukup.

Namun, daya tarik inilah yang justru membuat banyak orang berpikir bahwa saham adalah perjudian. Padahal, tidak ada unsur perjudian dalam saham, hanya ada sistem transaksi jual beli. Hal ini jugalah yang membuat banyak orang tertarik dengan karakteristik saham syariah. Memang ada perbedaan antara saham konvensional dan syariah. Apa karakteristiknya? Yuk, baca selengkapnya di sini.

3 Karakteristik Saham Syariah

Banyak orang yang beranggapan bahwa saham konvensional adalah hal yang menarik untuk mendapatkan banyak keuntungan. Tidak kalah dengan jenis saham tersebut, jenis syariah juga dapat memberikan banyak keuntungan kepada Anda. Memang tidak ada perbedaan yang terlalu besar, Anda hanya perlu tahu beberapa hal ini.

Emiten sesuai ajaran Islam

Tidak ada perbedaan yang terlalu jelas antara jenis biasa dan juga syariah. Salah satu perbedaan yang dapat Anda lihat adalah emiten atau perusahaan yang dapat Anda beli. Di dalam jenis saham biasa, Anda dapat membeli emiten yang dianggap menarik perhatian. Pastinya, Anda juga memilih yang mempunyai prospek bagus. Hal ini berbeda dengan saham syariah.

Di dalam permainan saham syariah, Anda tidak dapat membeli emiten sesuai dengan keinginan sendiri. Ada beberapa emiten atau perusahaan yang tidak dapat masuk ke dalam pasar transaksi. Tentunya, hal ini dikarenakan perusahaan tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Misalnya, beberapa emiten dari perusahaan rokok atau alkohol yang mempunyai prospek baik.

Sistem bagi hasil

Sama halnya dengan berbagai macam bank syariah yang tidak menggunakan unsur riba. Begitu juga halnya dengan bank syariah di mana Anda tidak dapat memperoleh keuntungan dari bunga atau riba. Jadi, saham syariah juga menggunakan sistem bagi hasil. Para pemilik saham mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan untung dari perusahaan.

Namun, juga mempunyai resiko yang sama besar jika perusahaan mengalami kerugian. Bentuk pengertian yang lebih sederhana dalam karakteristik saham syariah yang satu ini dapat dilihat dari contoh sederhana. Misalnya, Anda penanam saham pada perusahaan makanan kaleng, kemudian perusahaan tersebut mengalami kerugian. Maka, Anda juga akan merugi.

Menggunakan sistem musyawarah

Dalam permainan saham syariah, persoalan mengenai bagi hasil antara untung dan rugi sudah jelas. Anda sudah mempunyai kesepakatan ketika akan mendaftarkan saham. Jadi, Anda dan perusahaan sudah mencapai kesepakatan dalam membeli saham. Dengan kesepakatan seperti ini, pemegang saham dapat terlepas dari informasi yang menyesatkan atau resiko berlebihan.

Untuk mencapai suatu kesepakatan, perusahaan sudah memberikan ketentuan dengan jelas dan pemilik saham dapat bertanya mengenai informasi apapun yang diinginkan. Dengan memanfaatkan sistem seperti ini tidak akan ada keributan karena kesalahpahaman dari perjanjian.

Beberapa karakteristik saham syariah inilah yang menjadi pembeda paling utama dengan jenis konvensional. Dengan menggunakan sistem ini, Anda tidak akan mengalami kerugian yang terlalu besar karena pasti memikirkan resiko yang akan didapatkan.

 

Artikel Terkait:   Apa Itu Suku Syariah? Berikut Definisi, Keuntungan, dan Cara Membelinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *