tentukan struktur teks negosiasi tersebut

Pembahasan

Teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi pihak-pihak tertentu yang mempunai perbedaan kepentingan untuk mencari penyelesaian atau kesepakatan bersama. Struktur teks negosiasi adalah sebagai berikut.

  1. Orientasi: pendahuluan atau pembuka yang disampaikan dari masing-masing pihak yang melakukan negosiasi.
  2. Pengajuan: penjelasan mengenai barang atau jasa yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan.
  3. Penawaran: puncak negosiasi berupa tawar menawar dari pihak yang melakukan negosiasi.
  4. Persetujuan: kesepakatan dari hasil penawaran dari kedua pihak.
  5. Penutup: simpulan pembicaraan yang final dan disepakati oleh kedua belah pihak.

Berdasarkan soal, identifikasi struktur teks negosiasi tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Orientasi: berisi ucapan salam dan perkenalan Diwa ke Kepala Sekolah. Hal itu tampak dalam dialog berikut.
    Diwa: “Selamat pagi, Pak.”
    Kepala Sekolah: “Selamat pagi. Silakan duduk.”
    Diwa: “Perkenalkan, saya Diwa, Pak, Ketua OSIS yang baru.”
  2. Pengajuan: berisi penjelasan Diwa tentang OSIS yang berencana mengadakan kegiatan pentas seni yang menampilkan band-band di sekolah, namun Kepala Sekolah tidak menyetujuinya. Hal itu sesuai dialog berikut ini.
    Kepala Sekolah: “Oh, Iya. Silakan sampaikan maksud kedatangan Ananda ke sini.”
    Diwa: “Pak. Saya sebagai perwakilan OSIS ingin menyampaikan pemberitahuan bahwa OSIS berencana mengadakan kegiatan, pentas seni di sekolah bulan depan.”
    Kepala Sekolah: “Pentas seni seperti apa yang kalian rencanakan?”
    Diwa: “Ya pentas seni yang menampilkan band-band berbagai aliran musik, Pak.”
    Kepala Sekolah: “Wah, kalau pentas seni semacam itu, saya tidak setuju.”
    Diwa: “Kalau boleh tahu, mengapa Bapak tidak setuju?”
    Kepala Sekolah: “Pertama, dari segi keamanan. Pentas seni semacam itu dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusuhan. Kedua, dari segi biaya pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit. Terakhir, pentas seni semacam itu kurang dirasakan manfaatnya bagi peserta didik di sekolah ini”.
  3. Penawaran: berisi alternatif solusi yang ditanyakan Diwa kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah menawarkan agar menampilkan kesenian tradisional. Hal itu sesuai dialog berikut ini.
    Diwa: “Apakah ada usulan lain dari Bapak?”
    Kepala Sekolah: “OSIS bisa mengadakan pentas seni yang menampilkan kesenian tradisional. Jika tetap ingin menampilkan band-band, kita dapat rnengundang band perwakilan sekolah-sekolah yang ada di kota ini.”
  4. Persetujuan: berisi hasil penawaran dari Kepala Sekolah bahwa Diwa akan menyampaikan dan mendiskusikan dengan anggota OSIS. Hal itu terdapat dalam dialog berikut ini.
    Diwa: “Baik, Pak. Saya akan menyampaikan arahan Bapak tersebut kepada pengurus OSIS untuk didtskusikan lebih lanjut.”
    Kepala Sekolah: “Iya. Lebih baik seperti itu.”
  5. Penutup: berisi akhir pembicaraan antara Kepala Sekolah dengan Diwa. Kepala Sekolah juga mengingatkan agar Diwa tidak lupa membuat proposal rencana kegiatan pentas seni.. Hal itu tampak dalam dialog berikut.
    Diwa: “Baik, Pak. Terima kasih. Saya mohon pamit untuk kembali ke kelas.”
    Kepala Sekolah: “Ya. Jangan lupa membuat proposal rencana kegiatan pentas seni, ya.”
    Diwa: “Baik, Pak. Selamat pagi.” (bersalaman)
    Kepala Sekolah: “Selamat pagi.”

Dengan demikian, struktur teks negosiasi tersebut adalah adanya orientasi berisi pembuka berupa ucapan salam antara Diwa dan Kepala Sekolah, pengajuan berisi penjelasan dari Diwa tentang OSIS yang berencana mengadakan kegiatan pentas seni yang menampilkan band-band di sekolah, namun Kepala Sekolah tidak menyetujuinya, penawaran berisi alternatif solusi yang ditanya Diwa dan Kepala Sekolah menawarkan agar menampilkan kesenian tradisional, persetujuan berisi hasil penawaran dari Kepala Sekolah bahwa Diwa akan menyampaikan dan mendiskusikan dengan anggota OSIS, dan penutup berisi akhir pembicaraan antara Kepala Sekolah agar Diwa tidak lupa membuat proposal rencana kegiatan pentas seni.space

Artikel Terkait:   12 juta won berapa rupiah