Suku Tengger sebagai warga asli yang mendiami sekitar kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, memiliki pemerintahan dan adat yang secara formal dipimpin oleh kepala desa yang sekaligus menjadi ketua adat. Sementara itu, pemimpin upacara adat dipegang oleh dukun adat. Proses pemilihan petinggi desa sendiri dipilih langsung oleh masyarakat desa. Dalam kehidupan sehari-hari, warga suku Tengger memiliki sikap gotong-royong yang kuat dan tanggung jawab sosial yang tercermin dalam kesadaran menjaga keamanan dan ketenteraman.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, analisis pendekatan fungsionalis yang berkaitan dengan stratifikasi sosial adalah …. 

  • A. pola perilaku masyarakat masih tradisional berdasarkan adat istiadat yang dipegang teguh 
  • B. ada dualisme kepemimpinan karena ketua adat dan dukun adat memiliki kewenangan yang sama 
  • C. kepemimpinan dalam suku Tengger hanya diperuntukkan kepada lapisan atas yang memiliki kompetensi 
  • D. kewenangan pengambilan keputusan didasarkan pada pemikiran rasional terhadap kemampuan masyarakat
  • E. tidak mengenal dualisme kepemimpinan karena tetap dipimpin oleh kepala desa yang sekaligus merangkap ketua adat 

Jawaban : E

Pembahasan :

Berdasarkan pada wacana di atas, suku Tengger memiliki sistem tatanan suku yang tersusun dari ketua adat sekaligus kepala desa dan dukun adat sebagai pemimpin upacara adat. Poin pertanyaannya berkaitan dengan analisis pendekatan fungsionalis yang berkaitan dengan stratifikasi sosial.

Pendekatan fungsionalis melihat masyarakat sebagai sebuah keseluruhan sistem yang bekerja untuk menciptakan tatanan dan stabilitas sosial. Dalam kaitannya dengan stratifikasi sosial, pendekatan ini melihat adanya fungsi dari lapisan-lapisan sosial pada masyarakat.

Dukun dan kepala desa merupakan kepemimpinan masyarakat yang saling mengisi, mempengaruhi serta mengingatkan baik bidang pemerintahan maupun keagamaan budaya. Namun, dikatakan bahwa secara formal suku Tengger dipimpin oleh kepala desa yang sekaligus merangkap sebagai ketua adat. Artinya, tidak ada dualisme kepemimpinan di sini karena kepemimpinan tertinggi tetap dipegang kepala desa (ketua adat). Ketua adat memiliki fungsi dalam hal kewenangan formal, sedangkan pada kepemimpinan adat yang berkaitan dengan upacara, ritual, dan tradisi, dukun adat yang memiliki fungsi dan peran vital. Fungsi dari keduanya diakui karena masyarakat sendiri yang memilih keduanya.

Jadi, jawaban yang tepat adalah E. 

Artikel Terkait:   mengapa masyarakat masih mempertahankan kearifan lokal