Lebih Baik Reksadana atau Saham?

Mungkin ada sebagian dari Anda yang masih merasa ragu, mengenai lebih baik reksadana atau saham? Untuk itu, yuk simak terlebih dahulu informasi di bawah ini!

Bagi Anda yang baru akan memulai investasi, pastinya ada banyak pilihan investasi yang mungkin hal ini malah membuat Anda bingung, mengenai mana yang harus Anda pilih nantinya. Termasuk dengan investasi reksadana serta saham. Menurut Anda, mana yang lebih baik, reksadana atau saham? Sebelum Anda memutuskannya sendiri, Anda perlu menyimak informasi di bawah ini.

Lebih Baik Reksadana atau Saham? Yuk, Cari tahu Perbedaannya Antara Keduanya Terlebih Dahulu!

Untuk mengetahui mana yang lebih baik antara reksadana dan juga saham, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu mengenai perbedaan antara keduanya. Untuk itu, yuk simak informasi di bawah ini!

1.Modal Awal

Untuk modal awal, reksadana bisa dimulai dengan dana sekitar 10 ribu rupiah saja. Hal ini dikarenakan, modal yang Anda setorkan pada reksa dana ini akan digabungkan dengan modal dari investor lainnya.

Karena sebagaimana diketahui, reksadana adalah merupakan salah satu jenis investasi, dengan penggabungan modal dari beberapa investor lainnya. Sementara untuk saham, meskipun terbilang bisa dimulai dengan modal minim. Namun tidak jauh lebih rendah dari reksadana. Dimana untuk memulai investasi saham, Anda harus menyetorkan dana sedikitnya sebesar 100 ribu rupiah.

2. Keuntungan

Keuntungan dari reksadana terbilang jauh lebih kecil, jika dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi saham. Bukan hanya itu saja, keuntungan pada reksadana tidak bisa diperoleh secara cepat.

Sehingga bisa dikatakan, reksadana adalah salah satu jenis investasi jangka panjang. Sementara untuk investasi saham, keuntungannya bisa jauh lebih besar dan juga lebih cepat, dibandingkan dengan reksadana.

3. Resiko Kerugian

Karena keuntungan yang dijanjikan pada investasi saham ini terbilang lebih besar dari reksadana, maka tentunya resiko kerugiannya menjadi jauh lebih besar dari reksadana. Berbeda halnya dengan reksadana yang memang memiliki peluang keuntungan yang terbilang kecil. Maka resiko kerugiannya juga masih dalam skala kecil.

4. Biaya Tambahan Lainnya

Pada investasi, selain menyetorkan modal, adakalanya Anda perlu membayar biaya-biaya tambahan lainnya. Misalnya biaya untuk potongan komisi, dan yang lainnya. Begitu juga dengan yang terjadi pada investasi reksadana dan juga saham.

Namun untuk biaya tambahan ini, biasanya jumlah biaya-biaya yang harus Anda keluarkan untuk investasi saham ini, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan reksadana. Hal ini dikarenakan, pada reksadana dikenal adanya biaya pengalihan (switching fee), biaya bank kustodian, serta biaya-biaya lainnya. Dari segi biaya tambahan ini, menurut Anda lebih baik, reksadana atau saham?

5. Pengelolaan

Pada umumnya, pengelolaan reksa dana akan dilakukan oleh manajer investasi. Dimana peran dari manajer investasi ini termasuk diantaranya yaitu melakukan pembelian dan penjualan, hingga melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan keuntungan hingga meminimalisir resiko.

Sedangkan pada investasi saham, meskipun ada beberapa investor yang mengandalkan broker (pialang). Namun sebagian besar diantaranya dilakukan oleh investor itu sendiri. Termasuk diantaranya melakukan proses jual beli saham.

Dari perbedaan antara saham dan reksadana diatas, Anda bisa menyimpulkan sendiri, mengenai mana jenis investasi yang lebih baik, reksadana atau saham? Namun yang jelas, jika Anda memiliki modal yang terbatas, namun memiliki kekhawatiran akan resiko kerugian. Maka reksadana adalah pilihan yang terbaik untuk Anda.

Namun jika Anda menginginkan keuntungan yang besar dan cepat, maka tentunya, bagi Anda, saham adalah yang lebih baik. Intinya, keduanya adalah jenis investasi terbaik, yang bisa dipilih, sesuai dengan kebutuhan setiap investor.

 

 

 

 

 

Artikel Terkait:   Jangan Buru-Buru Investasi, Pelajari Dulu Sebelum Tertipu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *