kegunaan zat aditif nama zat aditif dampak negatif pencegahan

Pembahasan:

Nama-nama zat aditif serta dampak negatif dan pencegahannya:

1.    Penguat rasa

Contoh penguat rasa adalah monosodium glutamat, atau MSG.

Dampak penggunan MSG banyak diperdebatkan, beberapa menganggap bahwa MSG menyebabkan efek samping seperti alergi, dan denyut jantung yang tak teratur. Namun sebagian besar ilmuwan tidak menganggap MSG berbahaya.

Bila ingin menghindari MSG, dapat dilakukan dengan menghindari makanan olahan seperti mi instan.

2.    Pemanis,

Contoh pemanis adalah gula dapur (pemanis alami) dan aspartam (pemanis buatan).

Pemanis mengandung banyak kalori sehingga bila berlebihan dikonsumsi akan menyebabkan kegemukan hingga diabetes. Selain itu pemanis buatan memiliki efek samping menyebabkan migrain, nause atau mual-mual.

Untuk mengurangi resiko kegemukan dan diabetes, maka perlu dikurangi konsumsi makanan atau minuman manis. Selain itu sebagiknya menggunakan pemanis alami daripada pemanis buatan

3.    Pengawet,

Contoh pengawet misalnya adalah sulfit untuk pengawet buah dan benzoat untuk saos dan minuman bersoda.

Dampak negatif dari sulfit adalah alergi pada kulit, kesulitan bernafas dan gangguang tenggorokan. Sementara benzoat dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan sifat hiperaktif pada anak.

Untuk pencegahannya adalah memilih buah yang segar, bukan buah yang diawetkan dan dengan mengurangi miuman bersoda, terutama pada anak-anak.

4.    Pewarna

Contoh pewarna makanan adalah karamel, keratin, kunir (pewarna alami), kalium pirofosat, tartrazin dan karmoisin (pewarna buatan).

Pewarna alami umumnya aman, namun pewarna buatan dapat menyebabkan alergi, hiperaktivitas pada anak dan kanker pada pewarna yang dilarang seperti arsenik.

Untuk menghindari bahaya ini, kita sebaiknya menggunakan pewarna alami dan mengurangi makanan dengan pewarna buatan, apalagi yang menggunakan pewarna berbahaya.

5.    Pengental,

Contoh pengental misalnya adalah gipsum (kalsium sulfat).

Gipsum berbaya bila dalam bentuk murni terkena dapat menyebabkan iritasi mata.

Kita tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2500 miligram kalsium per hari, karena hal ini dapat menyebabkan gejala toksisitas, termasuk mual, sakit perut, konstipasi, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, tekanan darah tinggi, sering buang air kecil, dan koma.

6.    Antioksidan

Contoh anti oksidan misalnya adalah vitamin C (asam askorbat), vitamin E (tokoferol) dan melatonin.

Pada konsumsi berlebihan, vitamin C dapat menyebabkan Rreaksi yang merugikan seperti diare, kram perut, dan mual.

Karena menghindari dampak ini, dalam penggunaan antioksidan tambahan harus dalam batas yang wajar.  Misalnya, untuk vitamin C batas wajar adaah 90 mg perhari untuk orang dewasa dan 25 mg per hari untuk anak-anak.

7.    Pemutih

Contoh pemutih adalah benzoil, peroksida, kalium bromat, dan kalsium lodat.

Bahaya pemutih makanan itu bagi kesehatan antara lain dapat mengakibatkan terjadinya diare, kerapuhan kuku atau jaringan tanduk, dan gangguan pada ginjal.

Untuk menghindari dampak ini, kita harus memilih makanan seperti beras yang berwarna alami, tanpa harus menuntut adanya warna putih karena bisa saja warna putih itu dari bahan kimia tambahan.

8.    Pengatur keasaman

Contoh pengatur keasaman adalah asam cuka (asam asetat).

Sebagian besar sumber menunjukkan bahwa konsentrasi rendah asam asetat umumnya aman. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi cuka dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan hipokalemia (kadar potasium rendah dalam darah), hiperreninemia (adanya konsentrasi renin yang tidak normal dalam darah) dan osteoporosis (keropos tulang).

Untuk menghindari dampak ini, gunakanlah asam cuka seperlunya saja.

9.    Zat gizi

Zat gizi yang biasa ditambahkan pada makanan misalnya adalah retinol (vitamin A), beta-karoten (provitamin A), asam askorbat (vitamin C) dan kalsium.

Zat gizi bermanfaat untuk fortifikasi atau peningkatan nutrisi bermanfaat di makanan. namun dalam kadar berlebihan dapat berbahaya. Dosis beta-karoten dosis tinggi sampai 180 mg per hari, dapat digunakan tanpa efek samping. Namun kadar beta-karoten berlebihan dapat menyebabkan perubahan warna kuning pada kulit yang dikenal sebagai karotenodermia.

Untuk menghindari ini, pastikan konsumsi zat gizi masih dalam batas normal.

10. Anti gumpal

Contoh anti gumpal adalah Kalsim fosfat, garam dan kalsium silikat.

Penggunaan garam berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), sementara penggunaan kalsium silikat dapat menyebabkan iritasi kulit, mual-mual atau diare.

Artikel Terkait:   cara yang benar untuk membaui bahan kimia di laboratorium adalah